Ayah Ibu kenapa Bertengkar???


pertengkaran orang tuaAssalamuallaykum sob,

gimana nih sob rasanya kalo kita denger, ngelihat langsung ortu kita bertengkar sob,

duh… rasanya tu bikin miris ati(hati), nyesek di dada, gag nafsu makan, jadi susah tidur, perut jadi kembung, susah buang air besar, bikin jerawat makin berkembang biak, ganas lagi…(kog ampe segitunya ya??? hehe )

ya… Pkoknya naudzubillah jangan ampe ortu kita bertengkar yak

Ternyata ada pengaruh ni sob buat anak-anak, ketika mereka ngelihat langsung pertengkaran kedua orang tuanya. Ntah teriakan, pintu yang digebrak, hingga aksi saling mendiamkan, merusak segala perabotan, dan itu semua, bisa melukai emosi anak bisa mpe kurun waktu lama lho…

Anak-anak usia balita yang masih kecil (yaiyalah kecil) yang tinggal dengan kedua orangtua yang sering terlibat percekcokan akan tumbuh menjadi anak yang secara emosional tidak aman sehingga mereka rentan depresi, menderita kecemasan, dan mengalami gangguan perilaku di usia sekolah dasar. Perkembangan konsep diri juga bisa terganggu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development membuktikan hal itu. Penelitian dilakukan terhadap 235 orang dari keluarga kelas menengah di beberapa wilayah di Amerika Serikat. Para responden responden diwawancara mengenai pertengkaran orangtua ketika mereka masih bersekolah di TK. Kemudian 7 tahun kemudian mereka diwawancara kembali.

Menurut anak-anak tersebut, ketika mereka masih duduk di bangku TK dan menyaksikan orangtua sering bertengkar, mereka merasa tidak aman dan kurang terlindungi. Mereka juga mengaku merasa sengsara dengan pertengkaran itu. Sebagian besar anak yang orangtuanya tidak akur itu juga cenderung lebih agresif dan mudah marah.

Yang menarik, ternyata tidak semua konflik rumah tangga itu menyebabkan masalah pada anak. Jika orangtua bisa berkonflik secara dewasa, mampu menahan diri untuk tidak saling berteriak atau melakukan aksi kekerasan, pengaruh pertengkaran itu tidak negatif.

Masalah terjadi setiap hari. Namun jika orangtua bisa bekerjasama menyelesaikannya serta menampilkan emosi yang positif saat berkonflik, hasilnya justru positif bagi anak,” kata ketua peneliti E.Mark Cummings, profesor psikologi dari Universitas Notre Dame.

Dengan kata lain, perbedaan pendapat antar suami istri yang bisa diselesaikan secara baik justru akan mengubah cara pandang anak terhadap suatu konflik.

Ditambahkan oleh Cummings, untuk membantu anak memiliki kematangan emosi yang baik, kuncinya justru bukan membesarkan mereka dalam keluarga yang steril dari konflik. Orangtua seharusnya mampu memberi contoh pada anak bagaimana mengendalikan emosi untuk “bertengkar” secara adil dan menyelesaikan konflik dengan dewasa.

“Bertengkar adalah hal yang normal dalam rumah tangga. Tapi orangtua harus sadar bahwa anak-anak mereka melihat dan mendengarkan,” katanya.

jadi kesimpulanya sob… ajari anak anak cara mengontrol emosi dalam menemukan konflik, karna stiap kehidupan pasti akan ada masalah…:)

sumber : http://www.kompas.com

isikan komentar ente...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s