Do’a yang Terkabulkan (renungan)


Assalamualaykum sob, ane bagi cerita ya yang pernah ane denger dari orang, dari pak Guru ane lebih tepatnya.

Dahulu tinggal kakak, adik dan juga ibu mereka, kehidupan mereka sangat sederhana, hingga suatu ketika ibu mereka meninggal, kehidupan kakak adik itu menjadi semakin kesusahan, sang kakak yang terkenal rajin ibadah pun menasehati adiknya agar tidak jadi adik pemalas, karna sebelum ibu mereka meninggal, adiknya sangat pemalas sekali.
Dan mau tidak mau mereka akhirnya harus hidup mandiri. Karna  tuntutan pekerjaan, sang kakak harus pergi meninggalkan adiknya. Sementara si adik tetap tinggal di rumah peninggalan ibunya itu, dan setiap malam kakak dan adik selalu berdo’a meminta kebahagiaan.
Waktu demi waktu berjalan, dan kehidupan sang kakak semakin membaik, ia di berikan jodoh yang cantik, punya mobil, rumah besar, sementara si adik masih tetap dengan rumah peninggalan ibunya yang semakin kumuh. Suatu ketika sang kakak pergi menemui adiknya, dia menasehati
makanya jadi orang itu yang rajin, kyak kakak, sekarang kakak sudah sukses, jangan jadi pemalas
si adik mengangguk dan tersenyum sambari mengucapkan terima kasih kepada kakaknya.

multimuslim.wordpress.com

tidak lama selang waktu beberapa minggu sang adik meninggal, kemudian sang kakak mendatangi rumah tempat adiknya tinggal, dia hanya bisa berkata dalam hati “inilah akibat  kemalasanmu, dan akhirnya kamu meninggal dengan keadaan seperti ini.” sang kakak melihat sebuah kertas lusut bewarna agak kecoklatan yang ada di tempat adiknya biasa berdoa, kertas itu adalah kertas yang sering di baca si adik karna dia tidak hafal doa’nya.

kemudian sang kakak mengambil kertas tersebut dan kemudian dibaca, di bagian atas ada tulisan arab dan di bwahnya ada tulisan latin juga.

Ya Allah, terima kasih ya Allah, telah engkau berikan kakak yang baik, yang selalu peduli dan perhatian saat aku salah, ya Allah. satu permintaanq ya Allah, Kabulkanlah semua apa yan jadi kenginan dan do’a kakak saya ya Allah, Amin

sang kakak terdiam dan mulai meneteskan air mata yang kemudian membasahi sebagian kertas lusut tadi, selama ini dia keliru menilai adiknya. dia merasa menyesal tidak bisa membantu adiknya tatkala kesusahan.

jadi sekedar kesimpulan dari ane sob, bahwa keberhasilan seorang tanpa di sadari, ada campur tangan orang yang entah jauh atau dekat, yang tidak kita ketahui. Maka janganlah sombong dengan keberhasilan sobat saat ini. Ingatlah semua keberhasilan akan di nilai percuma di mata Allah jika kita menyombongkan diri.

lebih hebat mana
1 orang yang tersenyum karna sedang menemukan uang di jalan, di bandingkan
2 orang yang sedang di kena musibah yang mencoba menenangkan hati temannya yang sedang kesusahan.

isikan komentar ente...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s