Mengenal Media Sosial di Era Keterbukaan Informasi


Assalamualaikum wr wb.

Jadi ane posting tugas dari guru ane sob, kebetulan bisa jadi bahan wacana buat sobat sobat… ini tentang media sosial jadi

1.      Media sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content“.ra penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

2.         Dampak Positif dan Negatif Jejaring Sosial

Perkembangan dan terobosan dalam dunia komunikasi yang terus berkembang ini telah menciptakan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan sosial dan peradaban manusia. Keberadaan situs-situs jejaring sosial menimbulkan pengaruh yang berbeda-beda terhadap penggunanya. Ada efek positif, ada pula efek negatifnya. Tinggal bagaimana pengguna jejaring sosial memanfaatkan dan mengelola kebutuhannya terhadap jejaring sosial ini.

Beberapa efek positif yang dihasilkan oleh situs jejaring sosial adalah:

1. Sebagai media penyebaran informasi

Informasi yang up to date sangat mudah menyebar melalui situs jejaring sosial. Hanya dalam tempo beberapa menit setelah kejadian, kita telah bisa menikmati informasi tersebut. Ini sangatlah bermanfaat bagi kita sebagai manusia yang hidup di era digital seperti sekarang ini. Cakrawala dunia serasa berada dalam sentuhan jari kita.

2. Sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan dan sosial

Mengasah keterampilan teknis dan sosial merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi agar bisa bertahan hidup dan berada dalam neraca persaingan diera modern seperti sekarang ini. Hal ini sangatlah penting, tidak ada batasan usia, semua orang butuh untuk berkembang.

3. Memperluas jaringan pertemanan

Dengan menggunakan jejaring sosial, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang belum kita kenal sekalipun dari berbagai penjuru dunia. Kelebihan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah wawasan, bertukar pikiran, saling mengenal budaya dan ciri khas daerah masing-masing, dll. Hal ini dapat pula mengasah kemampuan berbahasa seseorang. Misalnya, belajar bahasa inggris dengan memanfaatkan fasilitas call atau video call yang disediakan di situs jejaring sosial.

Namun, dibalik pengaruh positif yang ditimbulkan, terdapat pula efek negatif. Diantaranya:

1. Kejahatan dunia maya (cyber crime)

Seiring berkembangnya teknologi, berkembang pula kejahatan. Didunia internet, kejahatan dikenal dengan nama cyber crime. Kejahatan dunia maya sangatlah beragam. Diantaranya, carding, hacking, cracking, phising, dan spamming.

2. Melemahkan dan menurunkan sensitifitas

Penurunan sensitifitas yang dimaksud disini adalah menurunnya tingkat simpati dan empati seseorang terhadap dunia nyata. Dengan jejaring sosial, seseorang cenderung melupakan dunia nyata dan tenggelam didalam dunia maya. Merenggangkan dan mengabaikan sesuatu yang terjadi disekitarnya dan lebih memilih untuk memperhatikan sesuatu yang terjadi didunia maya.

3. Menyebabkan penyakit maag

Kecanduan jejaring sosial ditandai dengan menjamurnya warnet (warung internet) dan warkop free wi-fi. Ini merupakan sebuah kemajuan telak yang dialami masyarakat kita tetapi disisi lain, kemajuan tersebut berdampak nyata pada kondisi kesehatan seseorang. Orang yang berlama-lama didepan komputer cenderung lupa makan. Tentunya hal ini akan menyebabkan penyakit serius. Penyakit yang paling sering dijumpai pada orang-orang yang kecanduan internet adalah sakit maag. Untung saja ada promag yang melindungi dan dapat menormalkan kembali produksi asam lambung yang berlebihan. Promag merupakan pilihan yang tepat untuk dikonsumsi. Harga murah, mudah didapat, dan kecepatannya dalam mengatasi sakit maag merupakan keuntungan bagi pecandu internet yang haus akan informasi. Promag tentunya akan melancarkan kembali aktivitas browsing anda dan pekerjaan yang anda tekuni melalui internet. wkwkk… jadi salesnya promag.

3.         Etika-etika dalam media social

Media sosial ada banyak jenisnya seperti facebook,Twitter,dan sekarang lagi terkenal Skype dan masih banyak lagi, tapi etika di jejaring sosial ini sepertinya banyak di lupakan para penggunanya dan kurang dewasa di penggunaanya , sepertinya media sosial itu adalah  ajang pamer !! pamer kehidupan, pamer keluhan, pamer kegalauan dan pamer pacar (pacar kog di pamerin, hehe).

Bilang aja kalo jomblo.

Di media sosial orang lebih bebas berpendapat dan mengutarakan pikirannya, gagasannya dan pandanganya tapi ingat mulutmu harimau mu jadi hati-hatilah berbicara baik di dunia nyata ataupun dunia maya .

Pernah ane sob, dulu itu sifat ane  masih anak anak bgt, padahal ane udah gede lho… suwer. Jadi pas waktu itu ane suka marah gag jelas, ternyata ane dapet sindiran dari temen ane, wah bener bener bikin emosi.
dan jangan juga media sosial di jadikan ajang jualan atau marketing sebenarnya sih bagus asal masih dalam konteks kewajaran tidak terus menerus memberikan iklan seperti spam, karena menggangu orang lain dan bisa jadi akun media sosial anda akan di blokir oleh orang yang anda iklani, saran saya berilah iklan dengan sewajarnya jangan memaksa dan memperhatikan kondisi dari akun yang anda iklani,,,

Jadi jagalah sikap dan tutur kata kita di media sosial  mari kita gunakan media sosial dengan baik
media sosial itu seperti pisau tergantung penggunaanya kalau di buat masak jadi bermanfaat kalau di buat bunuh orang jadi kriminal,

4.      contoh-contoh kasus media sosial

a.    Kasus bunuh diri Amanda Todd

Jakarta – Kasus bunuh diri Amanda Todd dalam usia sangat dini di Kanada menjadi peringatan bagi kita semua, bahwa media sosial dapat digunakan untuk maksud jahat. Akhir hidup Todd yang tragis, semua berawal dari bully di dunia nyata yang juga terjadi di media sosial.

Kasus Amanda Todd ternyata juga terjadi di bagian dunia yang lain. Baru beberapa waktu yang lalu, sepasang pemuda Belanda ditangkap karena terlibat pembunuhan seorang pemuda yang lain. Kasus pembunuhan tersebut dipicu oleh bullying di facebook, yang berakhir pada pembunuhan di dunia nyata.

Tidak hanya itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga pernah menerima ancaman pembunuhan dari media sosial. Tentu dalam kasus Obama, Secret Service bertindak cepat untuk mengamankan sang pengancam.

Peristiwa kejahatan di media sosial juga sudah beberapa kali menghiasi media kita, termasuk percobaan pembunuhan dan bullying. Di Tanah Air, kasus penculikan dan pemerkosaan terhadap siswi SMP dan SMA pernah terjadi di Depok dan Lampung. Di Jakarta, hal yang sama juga pernah terjadi.

Percobaan pembunuhan setelah berkenalan via media sosial juga terjadi di Yogyakarta. Sejauh sepengetahuan kami, di daerah lain pun juga terjadi. Berhubung kasus kriminalitas melalui media sosial sudah terjadi di Indonesia, maka hal ini juga seyogyanya menjadi perhatian dan keprihatinan kita semua.

Kasus Amanda Todd dapat menjadi cermin dari hal tersebut, karena walaupun Todd sudah pindah sekolah ke daerah lain, sang penjahat tetap dapat membully Todd via media sosial.

Pada akhirnya media sosial, sebagai teknologi, sudah tidak menjadi ‘bebas nilai’ ataupun ‘netral’. Ketika kejahatan memasuki ranah media sosial, di saat itu kita harus menunjukkan keberpihakan. Bagaimana berpihak dalam menghadapi kejahatan seperti itu?

 b.    Hotman Paris Ajak Komunitas Advokat Gugat Denny Indrayana

JAKARTA, KOMPAS.com – Kicauan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana di situs jejaring sosial Twitter rupanya membuat gerah kalangan advokat. Kicauan yang menyindir advokat terdakwa koruptor pun berbuntut dilaporkannya Denny ke aparat kepolisian.

Pelapor yakni advokat OC Kaligis yang kerap menangani kasus-kasus para koruptor. Kaligis melaporkan Denny ke Polda Metro Jaya pada Kamis (23/8/2012) siang ini. “Di twitter beredar advokat koruptor sama dengan koruptor itu sama saja penghinaan. Jadi disini dilaporkan atas dasar penghinaan,” ujar Kaligis, Kamis malam saat dihubungi wartawan.

 c.    Penipuan berkedok Batam Elektronik di Facebook

Ane sunting sebuah blog orang yang mengakui kalo dia hampir ketipu lewat facebook, “hilaf…kata tersebut tepat untuk menggambarkan posisi saya sebelum tersadar bahwa telah menjadi salah satu  korban penipuan.  Awal kisah diceritakan beberapa hari yang lalu melihat posting iklan penjualan barang elektronik di media jejaring sosial Facebook dengan harga super fantastis, coba dibayangkan camera DSLR D90 kamera besutan NIKON mau dilepas dengan harga 3,4 Juta padahal harga normal jual body saja bisa 8 Jutaan. WOW….  seketika itu juga berdesir hati untuk secepatnya bisa memiliki itu kamera. Hmm… cukup lama saya melihat halaman penawaran Online ini ditambah firendlist mereka hingga 2000 orang, semakin kuatlah keinginan saya untuk menghubungi Toko Virtual ini. Tanpa menunggu berlama lama langsung saja saya menghubungi nomor kontak yang tertera dihalaman info account facebook, pada saat itu mereka memberi nama TOKO Online-nya “BINTANG ELEKTRONIK” . SMS pun meluncur menanyakan berapa harga barang, ready stok atau tidak, spesifikasi seperti, sempat bingung juga karena SMS saya tidak langsung dibalas, tak lama berselang handphone saya pun berdering terlihat bahwa info nomor handphone berasal dari si Empunya Toko Online.

Session percakapan pun dimulai, saya  memperkenalkan diri dengan begitu semangatnya, tak kalah dengan saya di penelponpun demikian. Si DOI pun menjelaskan dengan cara seksama bagaimana mekanisme transaksi barang, dengan still yakin bahwa setelah uang ditransfer maka barang akan langsung dikirim via JNE dengan terlebih dahulu pihak mereka mengirimkan nomor resi untuk pengecekan realtime keberadaan barang. Tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun saya lantas langsung percaya atas penjelasan tersebut, entah ada unsur  HIPNOTIS atau memang kebawa hawa Nafsu yang berlebihan untuk segera memiliki Kamera DSLR NIKON D90 tadi, akhirnya saya kirimkan alamat lengkap rumah saya berikut meminta nomor rekening yang digunakan untuk transaksi.  Tumben setumben tumbennya saya tidak cek sebelumnya keberadaan toko online ini diforum-forum Jual Beli Populer semisal Kask*s hufft……Handphone pun berdering, saya lihat ternyata ada surat masuk dari si DOI yang menginformasikan Nomor Rekening agar saya segera mengirimkan 50%  dari harga barang. saya masih simpan Nomor rekeningnya BNI a.n IBU ISHABELIANA HUSEIN norek 0176591999 , sejenak saya merenung sedari dulu sering  bergelut dengan dunia perbelanjaan online baru kali ini ada toko meminta 50% dari harga dulu ditransfer biasanya mereka minta langsung 100%, lamuman ini pun sontak terbuyar terkalahkan dengan bayangan ingin  segera memiliki si DSLR.  Akhirnya tepat seusai makan siang tak tahan sudah jari ini langsung saja  mengetikkan SMS TRF SEKIAN-SEKIAN NOREK PIN dan kirim ke 3636, system kemudian langsung membalas konfirmasi atas suksesnya transfer tadi.  SMS Konfirmasi inipun langsung seketika saya forward ke nomor si DOI. dan meminta agar barang lekas dikirim. DOI pun membalas OK Bos barang paling telat hari Sabtu sampe ditujuan.

Sorepun berlalu berganti malam,  dikeheningan malam terbayang itu kamera bakal saya berdayagunakan untuk jebrat-jebret sana sini dengan harapan atas gambar hasil DLSR yang konon kabarnya sangat memuaskan. Keesokan harinya tepat hari jumat, aktifitaspun tetap berjalan padahal hari tersebut adalah libur nasional atas hari raya paskah, namun apa hendak dikata tugas negara menuntut saya musti tetap kerja untuk pemberkasan hasil jawaban LJK UN (Ujian Nasional) SMA se Provinsi Lampung. Jum’at pun lewat.

Sabtu tepat tanggal 23 April 2011 adalah hari yang sangat bersejarah jika sesuai dengan rencana maka saya bisa menikmati kecanggihan DSLR kamera. Pagi berlalu…. lanjut kesiang ……akhirnya sorepun datang…… hmm. barang pesanan saya pun tak kunjung tiba. Sudah muncul pertanyaan serta bayangan jangan-jangan…jangan-jangan…. Untuk memastikannya saya pun langsung menghubungi si Bintang elektronik ini lantas menanyakan No Resi JNE yang dijanjikan, hingga sore itu Heri (Ngakunya di telpon) mengatakan akan segera mengirimkan no resi JNE atas barang saya via sms. Detik berganti… menit lalu… berganti jam ….SMS no resi juga tak kunjung dikirimkan, hmm cocok… semakin buat pikiran berasa sedikit galau. SMS berikutnyapun saya luncurkan menanyakan ulang kabar keberadaan barang. Nah untuk kali itu SMS saya tidak dibalas. tanpa mengenal lelah sayapun mencoba kembali menanyakan hingga kesekian kalinya SMS saya pun juga tidak dibalas. Via Phone-pun juga tidak dijawab. Thats..it…   HILANG SIRNA SUDAH HARAPAN … tidak kabar kejelasan. Dari sini saya pun menyadari bahwa sudah menjadi salah seorang korban penipuan.

Seninnya saya minta istri untuk mengecek keberadaan rekening BNI a.n IBU ISHABELIANA HUSEIN norek 0176591999 , thefact is rekening ini adalah rekening fiktif, nomor handphone serta alamat pada saat registrasi tidak jelas keberadaannya, setelah ditelusuri  ternyata   banyak ditemukan dana transfer masuk kerekening ini. saldo transaksipun beragam ada ratusan ribu hingga ke jutaan rupiah, saldo terakhir terlihat hanya sisa 40.000 saja, uniknya si HERI Taun ini langsung mengambil uang via ATM seketika pada saat uang transferan sudah masuk. dan Uniknya lagi ternyata rekening ini empunyanya berasal dari Jakarta Timur jauh sekali lokasinya dari BATAM, dan uniknya juga transaksi penarikan uang dari rek tersebut banyak berasal dari wilayah sulawesi tepatnya PARE PARE.

Jurus pamungkas pun saya keluarkan, dengan membuat surat pengaduan ke BNI atas penipuan oleh pemilik rekening tersebut sayapun meminta pemblokiran atas rekening tersebut untuk menghindari korban korban selanjutnya. Tak lupa saya pun mengirimkan SMS kepada si DOI, kira kira begini bunyinya. “INGAT BUNG DUNIA HANYA PERSINGGAHAN SEMENTARA, MASIH ADA ALAM AKHIRAT YANG KEKAL ABADI, SEMOGA ANDA SEGERA SADAR, TERIMA KASIH”

Demikianlah kisah ini dia tulis, pesenya itu waspadalah waspadalah….

 d.    Dalam Sebulan, 7 Kasus Penculikan via Facebook

JAKARTA – Sepanjang Januari hingga Februari 2010 komisi nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendapatkan 36 laporan terkait kasus Anak yang menjadi korban Facebook.

“Untuk Penculikan anak ada 7 kasus,” kata sekjen komnas PA, Arist Merdeka Sirait pada seminar internet sehat bertajuk ‘Antisipasi Penyalahgunaan Situs Jejaring sosial’ di FX plaza Jakarta, Selasa (23/2/2010).

Laporan tersebut menunjukkan modus-modus yang berawal dari FB. Tak hanya perdagangan anak, tapi juga anak bisa menjadi korban pemerkosaan.

Arist mengatakan, teknologi harus dikelola dengan baik untuk mengantisipasi kejahatan via internet. Selain itu orang tua juga berperan penting dalam mengantisipasinya.

“Selama orangtua belum bisa menjadi tempat curhat anak, maka anak akan menjadikan teman di FB sebagai tempat curhat,” kata Arist.

Arist juga menyesalkan tindakan walikota depok, Nurmahmudi Ismail yang melakukan sidak ke warnet-warnet.

“Kenapa anaknya yang disalahkan, itu kebijakan panik, bahkan RPM yang dikeluarkan pemerintah itu juga kebijakan telat,” kata Arist.

Ada beberapa benteng yang dapat menangkal bahaya Facebook. Pertama, keluarga, kedua lingkungan sosial, dan ketiga negara. Dalam keluarga, seorang ibu memegang peranan penting.

“Banyak ibu yang membikin akun Facebook untuk anaknya bahkan lengkap dengan data diri, dan ini juga menyebabkan maraknya kasus penculikan via Facebook,” ujarnya.

Arist mengatakan, modus ini akan semakin meningkat jika teknologi tak dikelola dengan baik. (srn)

 e.    Diperiksa Polisi, Felly Kembali Bungkam

 

VIVAnews – Nurfarah alias Farah, kini menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik lewat Facebook. Selain menjadi tersangka Farah pun diusir dari rumahnya. Namun Farah mengaku biasa-biasa saja dalam menghadapi semua masalah itu.

Tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Felly Fandini Juliastini, tidak menanggapi secara serius terhadap hukuman pidana yang akan diterimanya.

“Sekarang perasaan saya biasa-biasa saja kok mas dan saya tidak mau memberikan komentar,” ungkap Farah kepada VIVAnews, Kamis 17 Juli 2009.

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Irwansyah mengatakan, pihaknya belum melakukan penahanan karena menunggu berkas keterangan dari ketiga saksi ahli, yang terdiri dari Depkominfo, BSA dan ahli bahasa dari Universitas Indonesia (UI).

Sebelumnya Ujang Romansyah, terlapor kasus pencemaran nama baik lewat Facebook menilai kasus yang menimpa dirinya muncul hanya karena rasa cemburu.

Ujang menyebut Felly Fandini Juliastini yang diduga menjadi korban pencemaran nama baik cemburu kepada pacarnya Farah, 18, warga Taman Cimanggu, Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Yang menyebabkan Felly dan ibunya lapor ke Polresta Bogor, karena Felly cemburu kepada Farah,” kata Ujang, kepada VIVAnews.

Ujang juga menyebutkan, tulisan yang diduga menghina Felly Fandini Juliastini bukan tulisannya. Ujang menyebut Farah, pacarnya yang menulis di Facebook melalui handphone miliknya.

Kepada VIVAnews, Rabu, 1 Juli 2009, Ujang menjelaskan, dia berteman dengan Felly semenjak duduk SMP di Kota Bogor. Tapi, Ujang melanjutkan di SMA Kosgoro Kota Bogor. Sedangkan, Felly melanjutkan di SMA YPHB Kota Bogor.

“Semenjak di SMA  saya jarang ketemu dengan Felly, kami komunikasi via telepon dan Facebook,”tuturnya.

Saat  Felly mengirim pesan kepada dirinya melalui Facebook, pacarnya Farah melihat. Sebab handphone Ujang tengah dipegang Farah. “HP saya dipegang Farah dan dia membalasnya. Tapi, balasan yang disampaikan Felly menyinggung perasaan Farah,” kata Ujang.

“Atas balasan itu, Farah membalasnya dengan kata-kata yang diduga menyinggung perasaan Felly dan ibunya,” tegasnya.

Kisah bermula 23 Juni 2009. Ujang menulis pesan melalui Facebook kepada temannya Felly Fandini Juliastini. Pada hari yang sama Felly membalas pesan itu.

Pesan balasan Felly ternyata memicu emosi pacar Ujang yang turut membacanya. Pacar Ujang kemudian membalas surat Felly melalui akun pribadi Ujang dengan kata-kata kasar. “Hai a***ng lo nggak usah ikut campur, dirimu hanya b**i sok gaya,” demikian petikan surat dari akun Ujang untuk Felly.

Felly tak terima dengan isi surat balasan dari Ujang. Ditemani ibunya, warga Kampung Sumur Wangi RT 01 RW 05 Kecamatan Tanah Sereal itu melaporkan Ujang ke Kepolisian Resor Kota Bogor.

5.         Tantangan Humas Pemerintah di Era Keterbukaan Informasi Publik

Saat ini Humas Pemerintah harus merubah paradigma kehumasannya. Humas bukan lagi sebagai lembaga yang melakukan sensor berita dan anti kritik. Tapi, Humas harus menganut prinsip keterbukaan, transparan, dan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB Bab 19 tentang hak manusia yang paling dasar menyatakan bahwa:

Setiap orang mempunyai hak atas kebebasan mengemukakan pendapat dan gagasan; hak ini mencakup hak untuk memegang pendapat tanpa campur tangan, dan mencari, menerima dan menyebarkan informasi dan gagasan melalui media apapun tanpa mempertimbangkan garis batas negara.

Disinilah tantangan Humas Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi dalam memperoleh keterbukaan informasi, khususnya menyangkut pelayanan terhadap publik. Tentu saja hal ini tidak mudah untuk merubah perilaku pemberi informasi (dalam hal ini adalah pejabat publik), yang semula mereka “lebih senang” dilayani, kini dengan adanya UU KIP mereka harus melayani informasi kepada masyarakat yang membutuhkan informasi.

Perubahan perilaku, sikap, mental dan budaya pejabat publik tidak cukup hanya dalam bentuk Peraturan Pemerintah, surat edaran Menteri PAN atau sosialisasi UU KIP. Perubahan ini juga harus diikuti dengan komitmen bersama untuk mendorong semua badan publik bersama-sama merumuskan kebijakan dan implementasi KIP. Dalam hal ini, Humas Pemerintah dapat mengajak kelompok atau organisasi masyarakat bersama-sama membuat sistem keterbukaan informasi publik.

Selain itu, capacity building, pelatihan reguler, dan penyediaan fasilitas teknologi komunikasi merupakan hal yang perlu dimiliki oleh Humas Pemerintah, baik di pusat maupaun di daerah. Kegiatan dan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Humas Pemerintah terhadap UU KIP dan implementasinya.

PERAN HUMAS PEMERINTAH

Humas dalam lembaga pemerintah (departemen, lembaga nondepartemen, lembaga negara, dan BUMN) merupakan suatu keharusan fungsional dalam rangka tugas penyebaran informasi tentang kebijakan, program dan kegiatan-kegiatan lembaga pemerintah kepada masyarakat. (Rachmadi, 1992:77)

Humas Pemerintah mempunyai peran penting dalam membuka ruang bagi publik untuk mendapatkan akses informasi publik. Adanya UU KIP, merupakan momentum bagi Humas Pemerintah untuk menjalankan fungsi dan tugasnya dalam memberikan informasi, penerangan, dan pendidikan kepada masyarakat tentang kebijakan, aktivitas, dan langkah-langkah pemerintah secara terbuka, transparan, jujur dan objektif. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat, termasuk media, bila tidak akurat, cepat, dan mudah, dapat menyebabkan kebijakan pemerintah dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak informatif, dan tidak membumi.

Pada pertemuan tahunan tingkat nasional Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) di Jakarta tanggal 13-14 Desember 2006, Wapres Jusuf Kalla menegaskan, bahwa dalam berhubungan dengan media, petugas Humas harus menguasai masalah, mempunyai kredibilitas, dan memiliki kecepatan dalam bekerja, khususnya dalam menyampaikan informasi ke media. Selain itu, petugas Humas juga harus mempunyai kemampuan analisa. Wapres menambahkan bahwa Humas harus mereposisikan tugas dan fungsinya sebagai “communication facilitator”, yang mampu menjembatani kesenjangan informasi antara pemerintah dengan masyarakat, serta dengan seluruh stakeholdernya; Humas juga harus melakukan diseminasi kebijakan pemerintah dan fasilitasi layanan informasi, dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang program-program pemerintah yang telah, sedang dan yang akan dilakukan.

Peran Humas yang disampaikan oleh Wakil Presiden tersebut, merupakan kelemahan dan kekurangan personil Humas Pemerintah. Mereka belum mampu menjadi communication facilitator, sehingga belum bisa menjawab tantangan di era keterbukaan informasi ini, dimana informasi bukan “milik” pribadi lagi. Informasi sudah menjadi kebutuhan dan milik bersama.

Selain itu, Humas harus mempunyai bargaining position, termasuk secara kelembagaan. Secara fungsional personil Humas harus mempunyai posisi yang strategis, dimana personil Humas dapat direct ke pimpinan lembaga, mendengarkan langsung keluhan masyarakat, dan mempunyai jaringan yang kuat dengan media massa.

Sikap membuka diri terhadap kritik dari masyarakat, termasuk membuka dialog, melakukan komunikasi persuasif, dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan Humas merupakan “is a must”. Kata kunci dari hubungan dua arah ini adalah informasi dan komunikasi.

Tantangan Humas Pemerintah—mau tidak mau—harus dihadapi dan dilakukan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi publik. Tuntutan ini telah diakomodir oleh UU KIP yang harus dipahami dan dapat dilaksanakan oleh pejabat pelayan informasi publik, khususnya Humas Pemerintah.

Lembaga negara Mahkamah Konstitusi merupakan contoh nyata dimana informasi merupakan “nilai yang berharga” bagi publik, dan bagaimana publik dapat memperolehnya dengan mudah.

Jaman akan berubah mengikuti arus budaya masyarakatnya, dan Humas harus beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Peningkatan kualitas diri dan komitmen terhadap diri dan masyarakat, merupakan aspek penting dalam menghadapi tantangan ke era keterbukaan informasi.

KUALIFIKASI HUMAS PROFESIONAL

Kualifikasi dan keahlian Humas Profesional:

1. Mampu berkomunikasi dengan semua orang yang memiliki aneka ragam karakter.

2. Memiliki integritas personal.

3. Memiliki kepribadian yang menarik.

4. Memiliki inovasi dan kreativitas.

5. Memiliki akses informasi yang seluas-luasnya.

6. Mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media komunikasi Humas.

7. Memiliki jaringan sosial dengan berbagai kelompok masyarakat, seperti media, LSM, dan pemerintah.

8. Mampu mengorganisasikan berbagai kegiatan komunikasi dan Humas.

9. Mampu melakukan penelitian dan mengevaluasi hasil kegiatan Humas.

10. Mampu menulis untuk publikasi organisasi.

11.Mampu berbahasa Inggris aktif, lisan dan tulisan.

(Tulisan ini telah diterbitkan pada buku “Brand The Nation”–Studi Kasus Public Relations Indonesia”, Editor: Muslim Basya dan Irmulan Sati T., BPP Perhumas, 2008)

Sumber :http://pakarhumas.blogspot.com/2009/08/tantangan-humas-pemerintah-di-era.html

isikan komentar ente...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s