Memperbaiki Ikhtiar


Assallamualaikum Wr Wb.
Bismillahirohmanirohim, dengan menyebut nama Allah maha pengasih maha penyayang.

Kepada Semua Muslim/Muslimah yang selalu dalam lindungan NYA, masih dalam kasih sayangNYA,
perkenankan berikut rangkuman singkat yang ane dapet dari dengerin ceramah Ustad Yusuf, InsyaAllah Bermanfaat.

———————————————————————————————-

Miliki Allah yang bulet, sebagai dzat yang Maha Berkehendak
Miliki Allah yang bulet, sebagai dzat pertama yang harus mendengar segala keluhan kita,
Miliki Allah yang bulet, sebagai dzat pertama untuk menuju pada ikhtiar kita

di dalam solat kita di ajarkan menggunakan niat. dari Awal kita menuju kepada Allah,
namun selama ini kita selalu menuju kepada manusia

kita di ajarkan takbir di dalam solat, agar kita membesarkan Allah, menafsikan yang lain.
Tapi pada kenyataanya kita malah menempatkan Allah di akhir salam. dan setelah kita tidak menemukan jalan, baru kita tersungkur sujud kepada Allah.

cerita nabi Ibrahim AS mencari Tuhan, kemudian beliau menemukanNYA, dan nabi Ibrahim AS memberi tahu kepada ayahnya,
“wahai ayahku mengapa kamu menyembah yang tidak melihat, yang tidak mendengar, yang juga tidak bisa memenuhi kebutuhanmu wahai ayahku ?,
wahai ayahku, telah datang ilmu baru kepadaku, maka ikutilah,?”

 

dalam ilmu yang baru ini nanti kita akan mendapat petunjuk apa saja yang sedang kita alami atau yang sedang di hadapi, atau yang bakal kita alami, yang bakal kita hadapi,

datang nabi Ibrahim As di bumi di turunkan oleh Allah SWT, “Ada cara baru.”

Nabi Ibrahim membawa tauhid, yaitu cara baru, dan cara kita selama ini adalah menggunakan cara yang lama, dan sudah di betulkan oleh Allah dari nabi Ibrahim, di teruskan teruskan hingga nabiAllah Muhammad Rosullullah,

apapun itu ikhtiar, jika tidak melalui Allah terlebih dulu, ini di sebut sebagai cara lama, yaitu cara yang sebenarnya sudah di serahkan ke pada sistemNYA yakni Sunnatullah,

tapi Allah, ketika melihat sistemNYA(sunatullah) yang sedang tidak bekerja kepada seseorang, Allah tidak mau terlibat, dan tidak terlibat. Kecuali DIA berkehendak melibatkan diriNYA. kenapa? karena orang tadi tidak mengundang Allah SWT.
apapun itu oleh namanya ikhtiar, masih judulnya ikhtiar, mencari manusia, bergantung pada manusia, tidak kepada bergantung kepada Allah ini di sebut dengan cara lama yang harus kita hentikan,

 

nanti implementasinya, kita belajar, belajar, belajar. Makin lama kita akan menemukan persoalan persoalan tauhid. Dimana kita harus medahulukan pertolangan Allah dahulu atau manusia.

~Tapi kan kita mau minta bantuan

benar, tapi carilah bantuan kepada yang sudah memberi kehidupan. agar ikhtiar kita jadi benar. jangan malah mencari yang malah ga pernah kasih baju, ga kasih minum kita, malah itu yang kita cari. bukan Allah yang sudah kasih segala sesuatunya.

(implementasinya seperti itu. insyaAllah nanti kita akan banyak menjumpai hal hal semacam tadi.)
kemudian kesalahan tauhid, akan menghasilkan kesalahan roundown, ikhtiarnya jadi salah.
Tapi benernya tauhid, akan menghasilkan benernya roundown.

jadi kita lihat, ketika di otak kita untuk memenuhi kebutuhan kita adalah dengan menjual motor, maka roundown kita adalah harus jual motor. Padahal Allah jika menghendaki, orang tidak perlu jual motor, kebutuhan itu akan di penuhi. Subhanallah.

Berikut anda bisa ambil hikmah dari cerita Akhasa, (santri dari Ustad YM)
santri saya akhasa membuktikan
dia pengen sekali ngobrol sama ustad yusuf mansyur, dan dia sudah ada di darul qur’an. (Darul qur’an adalah pondok pesantren dari Ustad Yusuf Mansyur.)

dan ustad YM sangat jarang berada di darul qur’an. Dikarenakan kesibukan dia,
begitu susahnya orang untuk berkesempatan berbicara dengan Ustad YM.

 

waktu itu pagi ustad ke ikhdad, dan beliau bertanya kepada santrinya si akhasa itu, dengan pertanyaan yang sudah di inginkan oleh akhasa, sehingga akhasa tinggal jawab, begini dan  begini.

setelah itu ustad YM pamit, tapi ustad yusuf sadar ketika pulang akhasa sms, bahwa Allah lah yang telah menyuruh Ustad ke situ, apa sms akhasa,
“dari pertama ustad dateng ke ikhdad, saya tau ihkdad ini milik Allah, dan ketika saya ingin ketemu dengan ustad yusuf mansyur, saya tau bahwa ustad yusuf mansyur yang punya Allah, ketika saya menyaksikan seorang tidak gampang bertemu dengan ustad yusuf mansyur, saya menyaksikan mudah bertemu dengan ustad yusuf mansyur, kalau Allah berkehendak” Subhanallah.

Kemudia ustad tanya akhasa caranya, akhasa jawab “saya mah inget ustad aja, kita bisa menggerakan alam ini karna kita khalifatullah fil alrd,
yaudah saya sampai disini pertama saya solat, bersyukur bisa sampai di sini, karna orang lain belum tentu bisa sampai disini, saya bisa sampai di sini, Alhamdulillah dulu”

padahal banyak orang ingin pergi ke suatu tempat, tapi banyak di gagalkan oleh Allah SWT, kecopetan kah, kecelakaan kah, akhirnya dia balik pulang. Sehingga karna tujuan utamanya tidak di capai, lalu dia tidak bisa melihat keberkahan keberkahan Allah yang lain, karunia rizqi Allah yang lain,  gambaran kita tu seperti itu. Meskipun tidak semua.
karena permintaan pertama kita tidak terkabulkan Allah, mendadak kita tidak bisa melihat karunia yang lain,

 

Akhasa pertama, dia bersyukur kepada Allah SWT,
kemudia akhasa berdoa kepada Allah, “Ya Allah kog kayaknya saya susah ketemu dengan Ustd Yusuf Mansyur, tapi kalo engkau yang datengin ustad yusuf mansyur, kayaknya enteng nih.”
dan itu terjadi…

 

masyaAllah luar biasa,

(masih ada lanjutannya, tapi kepanjangan, insyaAllah di teruskan nanti)

antum bisa ambil sendiri point dan hikmahnya.
betapa kita harus selalu mendahulukan Allah, atas segala ikhtiar kita, meskipun untuk hal sepele.
apapun keinginan kita akan mudah jika kita melibatkan Allah terlebih dahulu, ntah itu rejeki, karunia anak, pendidikan, insyaAllah atas kehendaknya semua bisa terjadi.
Mari benahi tauhid, mari benahi ikhtiar kita.

Semoga berkah manfaat.

Wasallamualaikum wr wb

 

 

isikan komentar ente...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s